Kamis, 09 Februari 2012

Kaitan Teori Atlantis dari Plato dengan Indonesia

dari: http://m.inilah.com/read/detail/1825863/kaitan-teori-atlantis-dari-plato-dengan-indonesia


Apa benar Atlantis itu ternyata berlokasi di Indonesia? Sebuah video di YouTube mencoba mengaitkan hal tersebut.

Menurut hasil penelusuran Inilah.com, video YouTube berjudul 'The lost continent of Atlantis is Indonesia?' mencoba mengaitkan teori Atlantis oleh Plato dengan Indonesia.

Hal pertama yang coba dikaitkan oleh video ini pertama adalah bencana-bencana alam yang menghampiri Indonesia, sama seperti yang dialami Atlantis pada 427 sampai 347 Sebelum Masehi.

Kemudian mereka coba mengaitkan antara pendapat ilmuwan yang percaya bahwa Atlantis dulunya adalah sebuah pulau besar, yang diyakini oleh para ilmuwan adalah Sunda Land dan Summa Terra Land.

Lalu Plato mengatakan bahwa orang Atlantis memiliki kebudayaan tinggi, kemudian video ini mencoba mengaitkan bahwa penduduk asli Natuna memiliki gen yang sama dengan orang-orang Austronesian, yang juga dipercaya memiliki kebudayaan yang tinggi pula.

Plato pernah mengatakan bahwa orang-orang Atlantis memiliki bahasa yang diucapkan oleh lebih dari 300 juta orang. Video ini pun turut mengaitkannya dengan Indonesia.

"Orang Atlantis itu berkulit gelap, pendek, bermata cokelat dan berambut hitam," ujar Plato di ramalannya tentang Atlantis. Pembuat video pun turut mengaitkannya dengan Indonesia.

Selain itu, video ini juga coba mengaitkan antara teori-teoir Atlantis lainnya dengan kondisi geografis di Indonesia.

Ingin tahu lebih detailnya? Klik disini.

Selasa, 04 Mei 2010

Benua Atlantis Ada di Natuna ?

Apakah secara kebetulan migas terbesar ada di Natuna ? Apakah ini ada hubungan dengan benua Atlantis yang hilang ? Cobalah baca tulisan dibawah ini :

Sumber: Republika, Sabtu, 18 Juni 2005




– Para peneliti AS menyatakan bahwa Atlantis is Indonesia. Hingga kini cerita tentang benua yang hilang ‘Atlantis’ masih terselimuti kabut misteri. Sebagian orang menganggap Atlantis cuma dongeng belaka, meski tak kurang 5.000 buku soal Atlantis telah ditulis oleh para pakar.





Sunda Land

Bagi para arkeolog atau oceanografer moderen, Atlantis tetap merupakan obyek menarik terutama soal teka-teki dimana sebetulnya lokasi sang benua. Banyak ilmuwan menyebut benua Atlantis terletak di Samudera Atlantik.



Sebagian arkeolog Amerika Serikat (AS) bahkan meyakini benua Atlantis dulunya adalah sebuah pulau besar bernama Sunda Land, suatu wilayah yang kini ditempati Sumatra, Jawa dan Kalimantan. Sekitar 11.600 tahun silam, benua itu tenggelam diterjang banjir besar seiring berakhirnya zaman es.



”Para peneliti AS ini menyatakan bahwa Atlantis is Indonesia,” kata Ketua Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Prof Umar Anggara Jenny, Jumat (17/6), di sela-sela rencana gelaran ‘International Symposium on The Dispersal of Austronesian and the Ethnogeneses of the People in Indonesia Archipelago, 28-30 Juni 2005.



Kata Umar, dalam dua dekade terakhir memang diperoleh banyak temuan penting soal penyebaran dan asal usul manusia. Salah satu temuan penting ini adalah hipotesa adanya sebuah pulau besar sekali di Laut Cina Selatan yang tenggelam setelah zaman es.



Hipotesa itu, kata Umar, berdasarkan pada kajian ilmiah seiring makin mutakhirnya pengetahuan tentang arkeologimolekuler. Tema ini, lanjutnya, bahkan akan menjadi salah satu hal yang diangkat dalam simposium internasional di Solo, 28-30 Juni.



Menurut Umar, salah satu pulau penting yang tersisa dari benua Atlantis — jika memang benar — adalah Pulau Natuna, Riau. Berdasarkan kajian biomolekuler, penduduk asli Natuna diketahui memiliki gen yang mirip dengan bangsa Austronesia tertua.



Bangsa Austronesia diyakini memiliki tingkat kebudayaan tinggi, seperti bayangan tentang bangsa Atlantis yang disebut-sebut dalam mitos Plato. Ketika zaman es berakhir, yang ditandai tenggelamnya ‘benua Atlantis’, bangsa Austronesia menyebar ke berbagai penjuru.



Mereka lalu menciptakan keragaman budaya dan bahasa pada masyarakat lokal yang disinggahinya dalam tempo cepat yakni pada 3.500 sampai 5.000 tahun lampau. Kini rumpun Austronesia menempati separuh muka bumi.



Ketua Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia (IAAI), Harry Truman Simanjuntak, mengakui memang ada pendapat dari sebagian pakar yang menyatakan bahwa benua Atlantis terletak di Indonesia. Namun hal itu masih debatable.



Yang jelas, terang Harry, memang benar ada sebuah daratan besar yang dahulu kala bernama Sunda Land. Luas daratan itu kira-kira dua kali negara India. ”Benar, daratan itu hilang. Dan kini tinggal Sumatra, Jawa atau Kalimantan,” terang Harry. Menurut dia, sah-sah saja para ilmuwan mengatakan bahwa wilayah yang tenggelam itu adalah benua Atlantis yang hilang, meski itu masih menjadi perdebatan.



Dominasi Austronesia Menurut Umar Anggara Jenny, Austronesia sebagai rumpun bahasa merupakan sebuah fenomena besar dalam sejarah manusia. Rumpun ini memiliki sebaran yang paling luas, mencakup lebih dari 1.200 bahasa yang tersebar dari Madagaskar di barat hingga Pulau Paskah di Timur. Bahasa tersebut kini dituturkan oleh lebih dari 300 juta orang.



”Pertanyaannya dari mana asal-usul mereka? Mengapa sebarannya begitu meluas dan cepat yakni dalam 3500-5000 tahun yang lalu. Bagaimana cara adaptasinya sehingga memiliki keragaman budaya yang tinggi,” tutur Umar.



Salah satu teori, menurut Harry Truman, mengatakan penutur bahasa Austronesia berasal dari Sunda Land yang tenggelam di akhir zaman es. Populasi yang sudah maju, proto-Austronesia, menyebar hingga ke Asia daratan hingga ke Mesopotamia, mempengaruhi penduduk lokal dan mengembangkan peradaban. ”Tapi ini masih diperdebatan.

Minggu, 04 April 2010

Peta Potensi Wilayah Kabupaten NATUNA Sebagai Daerah Penghasil Migas

Peta Kabupaten Natuna

natuna indonesia, pulau natuna, natuna island, kabupaten natuna, natuna d alpha, natuna gas, geo natuna, west natuna, kepulauan natuna, premier oil natuna, kab natuna, dprd natuna, natuna sea, natuna gas field, natuna basin, natuna besar, ranai.
pertamina, potensi, hutan, wilayah, pantai, kawasan, provinsi, pariwisata, daerah, pulau, pemda, bupati, dinas, indonesian, pemerintah, situs, bpmigas, north sea